RSS

❉ FoLlOwErs❉

Sunday, March 27, 2011

~SaNah HeLwaH "ANJANG"~

بسم الله الر حمن الر حيم

اسلام عليكم ورحمة الله وبركاته




Selamat hari Lahir yang ke-19 tahun
kepada
ANJANG (nama timbangan dalam usrah)
@ nama sebenar
Siti khodijah Bt Mohd Rashid

-28 Mac 1992-

Ucapan:

semoga dengan usia yang makin bertambah Anjang akan lebih tabah dalam menghadapi mehnah dunia yang penuh pancaroba... semua itu akan lebih mendewasakan Anjang..

May Allah bless you adik ku... (~_^)



Stumble
Delicious
Technorati
Twitter
Digg
Facebook
Yahoo
Feed

~BERLIAN YANG TERLUPAKAN~


بسم الله الر حمن الر حيم

اسلام عليكم ورحمة الله وبركاته






Alkisah, diceritakan bahawa seorang lelaki yang sangat miskin sekali sampaikan untuk memberi makan malam dirinya saja ia tidak mampu, walhal ia masih punya tanggungan anak dan isteri yang harus diberi makan – sedang mengais mencari sisa-sisa makanan yang mungkin tercicir di jalan.

Secara tidak sengaja, pandangannya tertuju kepada sesuatu di sudut jalan yang ia pun tidak mengetahui apa sebenarnya sesuatu tersebut. Setelah ia mendekat, lalu mengambil sesuatu tersebut dengan tangannya, betapa terkejutnya ia bahawa yang ada di tanganya sekarang adalah berlian yang begitu indah. Dari setiap sikunya memancarkan cahaya. Setiap orang yang melihatnya pasti akan terpesona akan keindahan berlian tersebut. Tanpa ragu dan dengan penuh rasa gembira, ia mengambil langkah seribu menuju toko perhiasan untuk menjual berlian tersebut, dengan harapan hasilnya dapat ia gunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari hidupnya dan keluarganya. Hal-hal indah terbayang sepanjang perjalananya. Harapan-harapan besar tersirat dalam hatinya. Sebentar lagi ia akan membeli kemewahan tanpa peluh dengan berlian yang ada di tanganya. Seakan berjalan di atas awan, tak terasa langkah kakinya telah sampai di depan toko perhiasan yang ia tuju. Dengan sejuta impian ia memasuki toko perhiasan tersebut.

“Maaf, bolehkah saya menjual berlian ini di sini?” Tanyanya kepada si penjaga toko.

“Biar saya lihat sebentar,”jawab penjaga toko.

Setelah memperhatikan dengan penuh ketelitian penjaga toko berkata dengan nada terkejut,“Subhanallah…!!! Ini berlian yang sangat mahal harganya, kalau seandainya aku berikan seluruh isi tokoku kepadamu, nescaya tidak dapat menggantikan nilai berlian ini. Lebih baik encik pergi ke toko lain yang lebih besar dari pada toko saya yang tidak jauh dari sini, barang kali dia bisa memberikan harga yang setara dengan berlian ini”, kata si penjaga toko.

Dengan sedikit rasa kecewa ia meninggalkan toko tersebut. Tapi rasa putus asa tidak sedikitpun terbesit di hati kecilnya. Kerana dalam fikirannya, mungkin penjaga toko itu tidak mau menerima berliannya kerana takut membuat ia kecewa, disebabkan nilai yang diberikan tidak sebanding dengan berlian yang ia miliki.

Perjalanan menggapai impian pun berlanjutan hingga akhirnya ia sampai di toko kedua. Lalu ia masuk ke dalam toko tersebut dan melontarkan pertanyaan yang sama seperti di toko sebelumnya.

“Maafkan saya, bolehkah saya menjual berlian ini di sini?” Tanyanya kepada si penjaga toko yang kebetulan juga lelaki.

Lalu penjaga toko tersebut mengambil berlian itu dari tangannya. Setelah penjaga toko memperhatikan berlian yang ia bawa penjaga toko tersebut juga terkejut, “Masya Allah, di mana kamu menemukan berlian ini?” Tanya penjaga toko dengan ekspresi yang sama dengan penjaga toko pertama.

“Di jalan” Jawabnya ringan.

“Wah! Kalau seandainya seluruh isi toko ini dan bahkan dua kali lipatnya saya berikan kepadamu nescaya tidak dapat menggantikan nilai berlian ini. Lebih baik encik pergi ke toko perhiasan di hujung jalan sana, itu adalah toko perhiasan terbesar di kota ini, mungkin dia boleh memberimu harga yang setara untuk berlian seindah ini,” kata penjaga toko kedua seraya memberi nasihat.

Untuk kedua kalinya perasaannya hancur. Benar-benar tidak semudah yang ia bayangkan. Demi menjual satu berlian saja ia harus berkeliling-keliling toko perhiasan. Lelah dan letih sudah bercampur aduk dengan angan.

Tapi meski demikian harapan dan impianya tidak putus di tengah jalan. Untuk kesekian kalinya ia gantungkan cita-cita kebahagianya di toko yang ketiga. Dengan doa terucap, semoga di toko yang ketiga ini berliannya dapat terjual.

“Assalamualaikum, bolehkah saya menjual berlian ini di sini?” Dengan penuh harap ia lontarkan pertanyaan tersebut diringi runtutan doa di hati.

Tapi apa yang terjadi?

Setelah ia lelah berjalan, tidak satu toko pun yang mahu menerima berlian yang ada di tangannya. Jawapan yang ia dapat di toko ketiga tidak jauh berbeza dengan jawaban di dua toko sebelumnya. Bahkan kata penjaga toko ketiga, jikalau seandainya seluruh isi toko diberikan kepadanya ditambah tiga kali lipatnya lagi tetap tidak dapat menggantikan harga berlian yang ada padanya.

Lengkap sudah penderitaannya. Berjalan tanpa alas kaki dari satu toko ke toko lain. Ditambah suara perut yang kelaparan ditemani dengan hausnya kerongkongan, membuatnya semakin putus asa. Ia hanya bertanya-tanya dalam hatinya, mengapa tidak ada satu toko pun yang mahu menerima berliannya ini. Hilang sudah prasangka baik yang ada dalam hatinya. Yang ada hanya tanda tanya yang berkumul tak teratur dalam otaknya.

Lalu dari toko ketiga ia dianjurkan untuk datang kepada raja, mungkin raja bisa menggantikan harga berlian yang ia temukan di jalan dengan harga yang setara. Untuk terakhir kalinya ia gantungkan impianya kepada sang raja. Dengan harapan semoga raja bisa memberikan kepadanya harga yang setara dengan berlian yang ia bawa.

Langkahnya menuju ke kerajaan, tidak selincah ketika ia berjalan ke toko pertama. Harapan yang menjadi citanya tidak sebesar anganya ketika pertama kali ia menemukan berlian tersebut. Hingga akhirnya langkanya pun sampai di gerbang kerajaan.

Di depan gerbang kerajaan, telah berdiri dua orang pejaga gerbang yang berbadan besar. Dengan sopan ia utarakan maksud dan tujuanya datang kekerajaan. Sesudah mengetahui maksud dan tujuannya, dua orang penjaga gerbang kerajaan itupun mengizinkannya masuk menemui raja.

Setelah lama ia menunggu, akhirnya sang raja pun keluar dari kamarnya yang mewah. Dengan tutur kata yang diatur sedemikian indah, ia utarakan maksud dan tujuanya menemui paduka raja. Ia ceritakan kisah perjalananya secara singkat hingga akhirnya bisa sampai ke kerajaan yang begitu megah.

Selesai ia bercerita, dari dalam sakunya ia tunjukkan berlian yang ia bawa ke pada paduka raja.
Lalu raja mengambil berlian tersebut dengan tangannya.

Cukup lama raja memerhatikan berlian tersebut hingga akhirnya berkata, “Wahai pemuda, berlian ini sungguh tidak ternilai harganya, jikalau seluruh isi kerajaan ini kuberikan kepadamu nescaya tetap tidak akan dapat menggantikanya, di mana engkau menemukan berlian ini?” seraya menyambung perkataanya dengan pertanyaan.

“Di jalan raja” Jawabnya tunduk kepada raja.

“Di jalan?” Tanya raja balik dengan nada sedikit terkejut.

“Betul Tuanku” Jawabnya lagi.

Lalu raja meneruskan pembicaraanya, “Sungguh engkau orang yang beruntung wahai pemuda. Begini saja, bagaimana kalau sebagai gantinya akan ku berikan kepadamu kunci gudang hartaku, dan kamu ku beri waktu selama sepuluh jam untuk mengambil apa saja yang kamu sukai dan sebanyak yang kau mau dari hartaku sebagai ganti dari berlian ini?”

“Sungguh Tuanku?” Tanyanya kembali.

“Iya, sungguh, kalau mahu, sekarang juga pembantuku akan menghantarmu ke gudang hartaku yang berada di belakang kerajaan ini” Jawab raja mematikan keraguan lelaki miskin tersebut.

Betapa bahagianya ia sekarang, seakan menemukan kembali lilin kehidupannya yang hampir padam untuk selamanya. Angannya kembali berkelana menelusuri setiap inci impian-impian indah yang ia miliki. Semangatnya kembali bangkit tegak bak gunung batu di dataran Yaman yang selalu sigap diterpa badai. Prasangka buruk atas berlian itu sirna dalam sekejap.

Dengan dihantar oleh pembantu raja, ia melangkah menuju gudang tempat harta benda sang raja disimpan. Tanpa terlewatkan oleh pandangan matanya, setiap sudut kerajaan ia lalui dengan rasa kagum. Sungguh ia terheran-heran dengan kemewahan yang ada di dalam kerajaan. Bagaikan orang yang baru terjaga dari mimpi indah, tanpa terasa di hadapanya sudah berdiri angkuh pintu gudang harta sang raja. Pintu yang begitu megah menggambarkan kemewahan ruangan di balik pintu tersebut. Perlahan pintu gudang di buka.

“Krek..!! Hawa sejuk bersanding dengan aroma wewangian menghempas tubuhnya dengan lembut seketika pintu gudang terbuka. Perlahan ia melangkah masuk. Dan lebih takjub lagi ia setelah benar-benar berada di dalam. Sungguh pemandangan yang belum sama sekali pernah ia lihat. Emas, intan, berlian, semuanya tersusun rapi. Cawan air terbuat dari kristal seakan duduk manis di hadapanya, menunggu anggur segar akan dituanggan di dalamnya. Berbagai macam jenis makanan dan buah-buahan dengan aroma yang sangat menggoda, sudah terhidang di hadapannya.

Tapi sungguh sayang, mungkin kerana terlalu lama ia hidup dalam kemiskinan sehingga ia tidak tahu bagaimana bergaul dengan kemewahan. Terlalu lama ia menyelami kelalaian tanpa kerja keras, sehingga ia tidak tau bagaimana menyikapi kesempatan. Dalam ketakjubanya yang bodoh terbesit dalam pikiranya, untuk membagi waktunya yang sepuluh jam. Satu jam ia gunakan untuk mencicipi segala hidangan yang ada dan menikmati nikmatnya kehidupan kerajaan. Dan sisanya sembilan jam ia gunakan untuk mengambil seluruh harta raja yang ia inginkan. Kerana dalam fikirannya sembilan jam sudah lebih dari cukup untuk mengambil harta raja yang ia inginkan.

Detik demi detik waktu pun berjalan. Ia mencicipi satu persatu hidangan yang ada. Setelah kenyang dengan makanan, ia menuju lemari es yang sangat besar dimana tersimpan berbagai macam minuman di dalamnya. Tanpa terlewatkan satu pun, ia cicipi seluruh minuman yang ada di lemari es tersebut. Sampai-sampai tak terasa dua jam telah berlalu, sungguh di luar dari yang ia rencanakan.

Tapi sayangnya, dalam kelalaian, kebodohannya kembali berargumen, delapan jam juga lebih dari cukup untuk merampungkan semua rencananya. Setelah lambungya penuh dengan berbagai macam makanan dan minuman, otak bebalnya berusaha berkolaborasi dengan idea yang mungkin ia anggap cemerlang tapi sebenarnya hanya berakhir dengan sungguh malang.

Dari waktunya yang hanya tinggal delapan jam, dua jamnya ingin ia gunakan untuk terbang ke alam mimpi dengan beralaskan permadani yang sangat lembut. Sebab ia merasa terlalu lelah dan ingin memanjakan tubuhnya sejenak, sekadar mengumpulkan tenaga. Hawa sejuk istana dengan aromanya yang wangi pun mempercepat penerbanganya ke alam mimpi. Satu jam, dua jam, tiga jam, empat jam, lima jam telah berlalu, dan amat sangat di sayangkan di jam terakhir jam ke enam ia juga belum bangun dari tidurnya. Sampai akhirnya habislah waktu sepuluh jam ia lalui di dalam gudang harta sang raja.

Lalu kemudian. “Hai orang miskin…..!!! Bangun…!!! Bangun…!!! Waktumu sudah habis,” herdik pembantu raja membuatnya terjaga. Tapi ia masih setengah sedar kerana tidurnya terlalu nyenyak. “Ayuh bangun, waktumu sudah habis. Sudah sepuluh jam kamu di sini,” tegas si pembantu raja.

Akhirnya ia sedar juga dari tidurnya, tak terasa enam jam telah ia lalui dengan tertidur. Pengembaraanya yang indah ke alam mimpi, membuat ia mengembara ke dalam penyesalan terdalam dalam dirinya. Penyesalan karena ia akan kembali hidup sengsara seperti sedia kala.

“Wahai tuan!!!! Tolong berikan saya waktu 15 minit saja untuk saya mengambil harta raja secukupnya,” katanya memohon kepada pembantu raja.

“Tidak boleh,” jawabnya tegas.

“Kalau lima minit bagai mana?” pintanya lagi.

“Tetap tidak boleh, walau sedetik pun nescaya tidak akan aku berikan, raja telah bermurah hati memberikan 10 jam kepadamu. Kalau kamu belum mengambil harta raja sedikitpun, itu salahmu. Sekarang mana yang engkau pilih, ingin keluar dari kerajaan ini secara terhormat, atau ku seret kau keluar dengan paksa?” kata si pembantu raja dengan tegas.

Dengan wajah putus harapan dan tubuh longlai seakan tak bertulang keluarlah ia dari kerajaan. Berlian yang begitu berharga, yang nilainya tidak dapat digantikan oleh penjaga toko pertama, kedua dan ketiga, bahkan oleh raja sekali pun, hanya ia ganti dengan makanan, yang setelah dua jam kemudian mungkin ia akan merasa lapar lagi. Dengan minuman, yang mungkin setelah keluar dari kerajaan ia akan merasa kehausan lagi. Dan dengan tidur, yang pasti di keesokan harinya ia akan tidur lagi. Waktu yang raja berikan kepadanya ia sia-siakan begitu saja, tanpa ada bekasnya sedikit pun. Dan akhirnya, ia pun kembali miskin seperti sedia kala.

Dari cerita di atas, sedarkah kita siapa sebenarnya lelaki yang menemukan berlian berharga tersebut? Yang mana semua orang bahkan sampai raja sekalipun tidak mampu menggantikannya.
Tanpa kita sedari, lelaki tersebut adalah saya, anda, dan kita semua yang hidup di dunia ini.
Berlian yang berharga itu adalah usia yang kita miliki, yang tidak seorang pun dapat menggantikanya dengan harta berapa pun jumlahnya.

Raja yang berperanan di atas adalah Allah SWT yang telah memberikan kita waktu di dunia ini untuk menimba amal, menjadikan dunia ini ladang bercucuk tanam kebaikan sebagai bekal kita di akhirat. Dan menjadikan setiap amalan dengan ganjarannya yang berlipat-lipat.

Tapi memang mungkin kita yang kurang menyadari akan nikmat yang telah Allah SWT berikan. Kita yang telah terlena dengan gemerlapnya dunia sehingga lupa ke mana tujuan kita sebenarnya. Kita telah menyia-nyiakan waktu yang Allah berikan dengan hal-hal tidak berguna seperti yang di lakukan lelaki miskin tersebut yang mana seharusnya ia bergegas ketika kesempatan itu masih lapang.

Dan pembantu raja itu adalah Izrail, sang malaikat pencabut nyawa. Jika batasan waktu hidup kita telah habis, maka ia tidak akan menunda walau sedetik pun. Ia tidak akan memberikan kita kesempatan walaupun satu kata taubat. Dan ketika nafas sudah sampai di kerongkong maka ketika itu diliperlihatkan di mana tempat duduk kita di akhirat, di syurgakah? Atau nerakakah?

Mari sama-sama kita berlindung kepada Allah agar dijauhkan dari neraka dan seksanya.

Akhirul kalam semoga Allah SWT memberi kita kekuatan untuk tetap beristiqomah di jalannya, menjalankan syari’at-Nya dan menjauhi laranganNya. Dan menjadikan kita sebahagian daripada orang-orang yang berkata dan mengamalkan perkataannya, bukan menjadikan kita sebahagian daripada orang miskin yang melalaikan kesempatan. Dengan harapan besar rahmat, taufiq dan hidayah-Nya selalu tercurah kepada kita di dunia dan di akhirat.
Stumble
Delicious
Technorati
Twitter
Digg
Facebook
Yahoo
Feed

Saturday, March 12, 2011

~~Wayang--



بسم الله الر حمن الر حيم

اسلام عليكم ورحمة الله وبركاته




Berhibur itu tiada salahnya asal tidak melanggar hukum syarak.... begitu juga dengan menonton wayang tiada salahnya selagi mana dapat mematuhi syarat-syaratnya ....

Syeikh Dr Yusuf al-Qaradhawi pernah ditanyakan mengenai hukum menonton filem di pangung wayang, jawab beliau :

لا شك أن (السينما) وما ماثلها أداة هامة من أدوات التوجيه والترفيه، وشأنها شأن كل أداة فهي إما أن تستعمل في الخير أو تستعمل في الشر، فهي بذاتها لا بأس بها ولا شيء فيها، والحكم في شأنها يكون بحسب ما تؤديه وتقوم به.
وهكذا نرى في السينما: هي حلال طيب، بل قد تستوجب وتطلب إذا توفرت لها الشروط الآتية:

“Tidak syak lagi bahawa panggung wayang merupakan satu alat dari alat-alat pengarahan(directing) dan hiburan(entertainment), maka hal-ehwal (aktiviti) setiap alat ini dilihat samada digunakan untuk kebaikan atau keburukan. Maka ia diterima, dan tidak adalah masalah keatasanya. Maka hukum aktivitnya adalah menurut apa ia ambil dan lakukannya.

Dengan itu kami berpendapat bahawa pangung wayang : adalah halal dan baik, akan tetapi ia memerlukan dan meminta agar syarat yang dinyatakan wujud”

Syarat-syaratnya :-

1. Tajuk dan isinya tidak boleh bertentangan dengan Aqidah Islam, Akhlak dan Syariah. Ia tidak boleh mengandungi unsur seks, mengajak kepada jenayah, ajaran sesat dsbnya.

2. Menonton wayang tidak menghalang seseorang itu dari melakukan perkara wajib, seperti solat 5 waktu. Tidak boleh seseorang itu meninggalkan solat wajib, contohnya Maghrib semata-mata untuk menonton wayang. al-Quran memberi amaran keras kepada sesiapa yang berpaling dari mengingati Allah.

3. Elak dari bergaul diantara lelaki dan perempuan yang ajnabi (orang luar), elak dari fitnah dan juga bersyubhat, lebih-lebih lagi menonton didalam keadaan gelap.

Realitinya pada masa kini.....

1. Tajuk dan isinya.... cerita yang ditayangkan mengandungi unsur-unsur yang tidak baik seperti seks, bercumbuan, mendedahkan aurat dan sebagainya...

2. Tidak menghalang seseorang itu dari melakukan perkara wajib... realitinya dapat dilihat pada hari ini... contohnya solat Maghrib di abaikan semata-mata tidak mahu terlepas menonton cerita @ part yang seronok...

Percampuran lelaki dan perempuan yang ajnabi tiada batasnya.... sedangkan jika kita ikut seminar atau di dalam kelas sendiri pasti ada pengasingan antara kedudukan perempuan dan lelaki...kita mungkin pergi bersama rakan sejantina @ keluarga... tapi ada orang lain dalam panggung wayang tu yang bukan ajnabi...... kedudukannya tidak diasingkan.... duduk rapat-rapat, kepit-kepit... pegang-pegang... raba-raba.

Cara tidak langsung kita meredhainya.... kita biarkan maksiat bersiaran langsung di mana kita berada tanpa rasa bersalah...

Oleh itu sesiapa yg nak menonton wayang, penuhilah tuntutan syarat tersebut, maka ia dibolehkan.

YA ALLAH SESUNGGUHNYA HIDUPKU DAN MATIKU ADALAH KETENTUAANMU.... SUDAHILAH HIDUP KU DENGAN SEBAIK-BAIK KETENTUAN DI DUNIA... DEMI MENDAPAT SYURGAMU DI AKHIRAT

Sumber rujukan:-

i- http://soaljawab.wordpress.com/2007/04/23/hukum-menonton-wayang/

ii- http://lupekanje.blogspot.com/2009/09/hukum-menonton-wayang.html

iii- http://www.ustaznoramin.com/2010/05/hukum-menonton-di-panggung-wayang.html

iv- http://khalifahkhaliq.blogspot.com/2008/09/hukum-tengok-wayang.html


Stumble
Delicious
Technorati
Twitter
Digg
Facebook
Yahoo
Feed

Sunday, March 6, 2011

❤¸.•*Sunnah Rasulullah yang mudah tapi orang jarang nak buat❤



بسم الله الر حمن الر حيم

اسلام عليكم ورحمة الله وبركاته


Ana ada terbaca dalam 1 blog sahabat ni tentang sunnah Rasulullah yang mudah tapi x ramai yang lakukan... kebetulan lagi yang menyebabkan ana semangat nak post hari ni cos dalam SOLUSI isu 29 pon ada tajuk yang lebih kurang...MySpace


"Tiada kejayaan yang paling sempurna melainkan dalam Sunnah Rasulullah s.a.w"

Setiap pekerjaan yang dilakukan mengikut Rasulullah, pasti ada kejayaan yang Allah janjikan di dalamnya.


Setiap hari, setiap dari kita akan minum air. Terutama setiap kali selepas makan. Betul tak? Jadi, Insyaallah sama - sama kita cuba minum dengan cara bagaimana Rasulullah itu minum.



  • Sebaik - baiknya kita minum 15 - 30 minit selepas makan. (supaya mudah cerna makanan yang kita makan tadi kerana kalau kita minum terus, enzyme tadi akan pergi bersama air)

  • Apabila kita minum, peganglah cawan kita tu dengan tangan kanan. (Pegang gelas/cawan dengan tangan kanan, jari kelinking dibawah)

  • Sebelum minum juga, pastikan kita melihat ke dalam minuman kita, takut - takut kalau ada apa - apa ke... Jika ada lalat, tekan dahulu lalat tersebut ke dalam air, kemudian baru dibuangkan. (kerana sayap kiri lalat membawa penyakit, manakala sayap kanan pula penawar)

  • Minum duduk & baca basmallah & doa..
  • Jangan bernafas dalam bekas minuman, & mulakan minum kita itu dengan 3 teguk dahulu... Kemudian baru habiskan.

  • Jika ingin pastikan minuman itu "bersih"(tidak ada apa-apa sihir) setelah baca basmallah & doa, sewaktu teguk pertama kita itu, kita rasa lelangit kita dengan menggunakan hujung lidah. Sekiranya "ada apa - apa" lelangit kita tidak akan berasa geli.

~Semoga mendapat manfaat MySpace~

.
Stumble
Delicious
Technorati
Twitter
Digg
Facebook
Yahoo
Feed

Friday, March 4, 2011

<< 10 PESANAN IMAM SHAFIE>>


بسم الله الر حمن الر حيم

اسلام عليكم ورحمة الله وبركاته


Sebelum Imam Shafie wafat, beliau sempat berpesan kepada muridnya serta umat islam umumnya. berikut adalah kandungan wasiat tersebut: ” Barangsiapa yg ingin meninggalkan dunia dlm keadaan selamat maka hendaklah ia mengamalkan 10 perkara:

  • Hak kpd diri: mengurangkan tidur, mengurangkan makan, percakapan dan berpada-pada dgn rezeki yd ada.

  • Hak kpd malaikat maut: mengqadakan kewajipan2 yg tertinggal,mendapatkan kemaafan dr org yg dzalimi, membuat persediaan utk mati dan merasa cinta kpd ALLAH

  • Hak kpd kubur: membuang tabiat suka mneabur fitnah, tabiat kencing merata-rata, memperbanyakkan solat tahajjud dan membantu org yg dizalimi.

  • Hak kpd Munkar dan Nakir : tidak berdusta, berkata benar, meninggalkan maksiat dan nasihat menasihati.

  • Hak kpd mizan(neraca timbangan amalan pada hari kiamat): menahan kemarahan, byk berzikir, mengikhlaskan amaln dan sanggup menahan kesulitan.

  • Hak kpd sirat(titian yg merintangi neraka pada hari kiamat): mmbuang tabiat suka mengumpat, warak, suka membantu orang beriman dan suka berjamaah.

  • Hak kpd Malik(malaikat penjaga neraka): menangis lantaran takutkan ALLAH s.w.t, berbuat baik kpd ibu bapa, bersedekah ketika terang-terangan serta sembunyi dan memperelokkan akhlak.

  • Hak kpd Ridhzuan(malaiakt penjaga syurga): merasa redha kpd qadha’ ALLAH, bersabar menerima bala, bersyukur ke atas nikmat ALLAH dan bertaubat dr melakukan maksiat.

  • Hak kpd Nabi MUhammad SAW: berselawat ke atasnya, berpegang dgn syariat, bergantung kpd al sunnah (hadith), menyayangi para sahabat dan bersaing dlm mencari kelebihan dari ALLAH.

  • Hak kpd ALLAH s.w.t: mengajak manusia ke arah kebaikan, mencegah dari kemungkaran, menyukai ketaatan dan membenci kemaksiatan.
Stumble
Delicious
Technorati
Twitter
Digg
Facebook
Yahoo
Feed

Tuesday, February 15, 2011

♥♥Rasulullah♥♥

بسم الله الر حمن الر حيم

اسلام عليكم ورحمة الله وبركاته


Sabda Rasulullah SAW:

"Sesiapa yang menghidupkan sunnahku, maka sesungguhnya dia telah mencintai aku. Dan sesiapa yang mencintai aku
nescaya dia bersama-samaku di dalam syurga." (Riwayat Al-Sajary daripada Anas)



Nama penuh: Muhammad bin 'Abdullah bin 'Abdul Muttalib bin Hashim
Nama bapa: 'Abdullah bin 'Abdul Muttalib bin Hashim
Nama ibu: Aminah binti Wahab bin 'Abdul Manaf
Nama datuk: Syaibah bin Hâsyim dikenal dengan nama 'Abdul Muttalib

Bapa-bapa saudara:
• Al-Harith bin Abdul Muthalib
• Muqawwam bin Abdul Muthalib
• Zubair bin Abdul Muthalib
• Hamzah bin Abdul Muthalib
• Al-Abbas bin Abdul Muthalib
• Abu Thalib bin Abdul Muthalib
• Abu Lahab bin Abdul Muthalib
• Abdul Kaabah bin Abdul Muthalib
• Hijl bin Abdul Muthalib
• Dzirar bin Abdul Muthalib
• Ghaidaq bin Abdul Muthalib

Nama Ibu susuan Rasulullah:
- Ibu susuan pertama Thuwaibah (hamba perempuan Abu Lahab)
- Ibu susuan kedua Halimah binti Abu Zuaib As-Sa‘diah (lebih dikenali Halimah As-Sa‘diah. Suaminya bernama Abu Kabsyah)

Nama isteri pertama dan usia baginda berkahwin:
Khadijah binti Khuwailid Al-Asadiyah pada 25 tahun


Nama isteri-isteri Rasulullah:
1. Khadijah bt. Khuwailid al-Asadiyah r.a
2. Saudah bt. Zam'ah al-Amiriyah al Quraisiyah r.a
3. Aisyah bt Abi Bakr r.a (anak Saidina Abu Bakar)
4. Hafsah bt. Umar bin al-Khattab r.a (anak Saidina 'Umar bin Al-Khattab
5. Ummu Salamah Hindun bt. Abi Umaiyah r.a (digelar Ummi Salamah)
6. Ummu Habibah Ramlah bt. Abi sufian r.a
7. Juwairiyah ( Barrah ) bt. Harith
8. Safiyah bt. Huyay
9. Zainab bt. Jansyin
10. Asma' bt. al-Nu'man al-Kindiyah
11. Umrah bt. Yazid al-Kilabiyah
12. Zainab bin Khuzaimah (digelar 'Ummu Al-Masakin'; Ibu Orang Miskin)

Nama anak-anak Rasulullah:
1. Qasim
2. Abdullah
3. Ibrahim
4. Zainab
5. Ruqaiyah
6. Ummi Kalthum
7. Fatimah Al-Zahra'
8. Halah bin Hind bin Habbasy bin Zurarah al-Tamimi (anak kepada Saidatina Khadijah bersama Hind bin Habbasy. Ketika berkahwin dengan Rasulullah, Khadijah adalah seorang janda).[anak tiri Rasulullah]

Pengalaman bekerja Rasulullah:

  • Semenjak kecil lagi, baginda telah menternak kambing dan berniaga membantu bapa saudaranya.
  • Abu Talib telah membawa baginda ke Syam (Syria) bagi membantunya berniaga.
  • Apabila baginda telah agak dewasa, baginda telah mula menjalankan perdagangan baginda sendiri secara kecil-kecilan dan menjalankan perniagaan dengan menggunakan modal orang lain kerana baginda sedar bapa saudaranya bukanlah terdiri daripada orang yang berada dan beliau terpaksa menyara sebuah keluarga yang besar.
  • Ketika baginda berusia dua puluh lima tahun, baginda telah pergi ke Syam untuk kali kedua bagi menjalankan perniagaan Sayidatina Khadijah. Bukti Rasulullah adalah seorang ketua keluarga yang patut dicontohi: Rasulullah merupakan seorang yang pengasih.
  • Sebagai seorang suami, baginda sering membantu isteri menjalankan urusan rumah seperti memasak, menampal pakaian yang koyak, memmbersih rumah dan menjaga anak.
  • Sebagai seorang bapa, baginda memberi pendidikan agama yang secukupnya dan menjadi seorang contoh yang baik kepada anak-anak.


Gelaran Al-Amin: Baginda merupakan seorang yang jujur, amanah dan budi pekerti. Perkataan dan perbuatan baginda sentiasa dipercayai sehingga baginda diberi gelaran al-Amin oleh masyarakat Arab Quraisy.

Sifat-sifat terpuji Rasulullah:
- Berkata benar (siddiq)
- Boleh dipercayai (amanah)
- Penyampai ajaran Islam (tabliq)
- Bijaksana (fatanah)

kepimpinan Rasulullah disebalik peristiwa banjir di kota Mekah ketika Rasulullah berusia 35thn: Kota Mekah telah dilanda banjir kilat yang menyebabkan dinding kaabah pecah dan runtuh. Kaum Quraisy telah membina semula bahagian yang runtuh. Kemudian timbul perbalahan antara ketua kaum Quraisy yang berebut untuk mengangkat dan meletakkan Hajar Aswad di penjuru sebelah timur bangunan kaabah. Perbalahan ini hampir menimbulkan peperangan. Rasulullah telah menjadi hakim bagi menentukan kedudukan Hajar Aswad dan secara tidak langsung Rasulullah telah meleraikan perbalahan antara ketua kaum Quraisy.

Peristiwa Rasulullah menerima wahyu:
- Wahyu pertama diterima Rasulullah pada hari isnin, 17 ramadan (6 ogos 610 M)
- Ketika itu Rasulullah berusia 40 tahun.
- Wahyu tersebut diterima baginda di Gua Hirak al-Jabar Nur.
- Surah al-Alaq, wahyu pertama yang berbunyi "Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dengan nama Tuhanmu yang Amat Pemurah, yang mengajar manusia dengan perantaraan (menulis, membaca). Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya."
- Wahyu kedua, surah al-Muddasir (ayat 1-7) diturunkan di Bukit Nur berhampiran Makkah.
- Wahyu kedua ini menandakan pelantikan baginda sebagai Rasulullah atau pesuruh Allah.

Tokoh-tokoh awal memeluk Islam:
• Zaid bin Harithah (anak angkat nabi)
• Ali bin Abu Talib (sepupu nabi berusia 10 tahun)
• Khadijah binti Khuwailid (isteri nabi dan orang pertama memeluk Islam)
• Abu Bakar al-Siddiq (sahabat karib)

wahyu pertama yg diterima oleh Rasulullah, masanya dan usia Rasulullah:
- Wahyu pertama iaitu dari surah al-Alaq yang berbunyi "Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dengan nama Tuhanmu yang Amat Pemurah, yang mengajar manusia dengan perantaraan (menulis, membaca). Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya."
- pada hari isnin, 17 ramadan (6 ogos 610 M)
- Berusia 40 tahun.

Keadaan Rasulullah ketika menerima wahyu:
Pada suatu ketika sedang dia bertafakkur itu datanglah malaikat kepadanya, lalu berkata: "Bacalah!" (Iqra'). Lalu Rasulullah menjawab; "Saya tidak pandai membaca." Lalu kata beliau: "Maka diambilnya aku dan dipagutnya sampai habis tenagaku. Kemudian dilepaskan¬nya aku dan dia berkata pula: "Bacalah!" Tetapi aku jawab: "Aku tidak pandai membaca!" Lalu dipagutnya pula aku sampai habis pula tenagaku.

Kemudian ditegakkannya aku baik-baik dan dikatakannya pula: "Bacalah!", yang ketiga kali, lalu berkatalah malaikat itu: "Bacalah dengan nama Tuhanmu yang telah menjadikan," sampai kepada ujung "Yang telah mengajarkan kepada manusia apa yang dia tidak tahu." Setelah sampai pada ujung ayat tersebut malaikat itu pun ghaiblah dan tinggallah beliau seorang diri dalam rasa kengerian.

Lalu beliau segera pulang kepada isterinya Khadijah. Lalu beliau berkata: "Selimutilah aku, selimutilah aku." (Zammiluuni, zammiluuni). Maka segeralah orang-orang dalam rumah menyelimuti beliau, sampai rasa dingin itu hilang. Lalu berkatalah beliau kepada Khadijah: "Hai Khadijah, apakah yang telah terjadi atas diriku ini?" Lalu beliau ceriterakan segala yang telah beliau alami itu, akhirnya beliau berkata: "Aku ngeri atas diriku."



Stumble
Delicious
Technorati
Twitter
Digg
Facebook
Yahoo
Feed
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...